Breaking News

Desa di India Tolak Vaksin Covid-19, Alasannya Karena Tak Diizinkan Dewa

,
Desa di India Tolak Vaksin Covid-19, Alasannya Karena Tak Diizinkan Dewa
Suasana Masyarakat Kota Shimla, Bagian India Utara

SHIMLA -- Satu desa terpencil di Himalaya, negara bagian Himachal Pradesh, India utara, menolak disuntik vaksin covid-19. Sabtu, 12 Juni 2021.

Menyadur Al Jazeera, penduduk desa mengatakan dewa tak menyetujui vaksin. Hal ini membuat bingung tenaga kesehatan, karena mereka sudah berjalan kaki sejauh 5 km untuk mendirikan kamp vaksinasi tapi hanya segelintir orang yang mendaftar.

Hanya 36 orang yang muncul untuk disuntik, padahal desa itu memiliki lebih dari 2.200 penduduk. Meskipun sedikit, petugas kesehatan mengatakan ini adalah kemenangan besar.

Penduduk Malana enggan mengambil vaksin selama berbulan-bulan karena dewan desa dan otoritas agama menghalangi upaya mereka dengan klaim dewa setempat, yang dikenal sebagai Jagadamani Rishi, tidak setuju.

Tak main-main, butuh sekitar lima bulan bagi mereka untuk melaksanakan ritual, doa dan petisi bagi dewa untuk 'menyampaikan persetujuannya' kepada dewan untuk vaksinasi.

Izin ilahi yang ditunggu itu datang pada pertengahan Mei ketika India sedang mengalami tsunami covid. Meskipun sudah diizinkan dewa, nyatanya hanya 1,8 penduduk desa yang bersedia divaksin.

Mereka mengatakan tak butuh vaksin karena dewa Jagadamani Rishi akan melindungi desa dengan kekuatan ilahi.

Takhayul, misinformasi dan keraguan vaksin tidak terbatas pada Malana. Para ahli mengatakan hal semacam ini banyak ditemui di bagian pedesaan di India.

Di negara bagian barat Maharashtra, suku di Palghar percaya bahwa mereka tidak dapat terinfeksi karena mereka bekerja di bawah sinar matahari.

Komunitas Potraj di Ghats Barat India mengatakan dewi Kadak Lakshmi menyarankan mereka tidak perlu mengambil vaksin Covid-19.

Di negara bagian timur Jharkhand – juga sebagian besar suku – beberapa orang menolak vaksin dan malah melakukan 'havan', sebuah ritual suci untuk menjauhkan infeksi.

Komentar

Loading...