Breaking News

Datangi Aceh, Zulhas sebut PAN Partainya Ahlusunnah Waljamaah

,
Datangi Aceh, Zulhas sebut PAN Partainya Ahlusunnah Waljamaah

ACEH BESAR -- Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan turut menghadiri gelaran Maulid Nabi Muhammad SAW dan Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Provinsi Aceh yang diselengarakan di GOR Jantho Sport Center. Selasa, 16 November 2021.

Zulkifli Hasan dalam kesempatannya menyebut PAN Partai yang berbasis Ahlussunnah Waljamaah. Hal tersebut ia sampaikan dihadapan para tamu undangan, peserta maulid dan kader PAN yang hadir.

Menurutnya, setiap warga negara yang ingin memajukan Indonesia tentu kita kasih karpet biru sebagai jalan tengah. Mulai dahulu kita ini dikotak - kotak dan diadu - adu oleh Belanda agar kita lemah dan pecah belah sehingga kita tidak berkuasa dan tidak berdaya, tutur mantan Mentri Kehutanan RI itu.

Zulhas menambahkan, dulu kita diributkan dengan soal - soal yang tidak penting yang sebetulnya telah menjadi kesepakatan para ulama. Sekarang kita juga begitu, kita masih diadu - adu. Kadang ribut soal pakaianlah, jenggotlah dan macam - macam yang semuanya itu telah menjadi kesepakatan para ulama.

Maka dari itu, PAN di Aceh khususnya Aceh Besar perlu memperkokoh persaudaraan kebangsaan kita. Bukankah, Ahlussunnah Waljamaah itu lahir dari pada zaman pertentangan antara Saydina Ali dan Muawiyah. Dimana istilah Ahlussunnah wal Jama’ah pada mulanya adalah terkait dengan perbincangan masalah akidah yang menengahi dua paham yang saling bertentangan.

Tujuannya agar umat bersatu dan kompak, jadi Ahsunnah waljamaah sebetulnya merekat, mempersatukan dan memperkokoh jamaah umat islam.

Karena itulah PAN ambil jalan tengah dan mempersatukan agar kita kokoh dan kuat agar umat Islam di Indonesia berdaya, terangnya.

Terakhir Zulhas mengingatkan, bukankah kita ini hidup nanti mati dan akan hidup yang abadi sebagai tugas kita dalam berlomba dalam kebaikan dihadapan Allah. Semoga dengan kebersamaan dalam momentum Maulid Nabi ini kita dapat kembali pada ajaran Rasulullah SAW.

Kita ini umat tengah, umat terbaik yang bisa menjadi wasit pemersatu bagi umat manusia. Kalau perlu perbedaan - perbedaan itu yang merupakan produk sejarah harus menjadi pemersatu.

Oleh itu kita kembali dengan menjadi Islam sebagai nomor satu, lainnya ada NU, ada Muhammadiyah, ada Alwasliyah. Bukan agamanya menjadi ormas, tapi agamanya yang membawahi ormas - ormas.

Agama itu nilai - nilai kebenaran yang kita cari secara terus menerus agar peradaban semakin maju. Memang nilai - nilai itu melahirkan tradisi - tradisi yang melembaga.

Islam yang besar itu kita bisa mengkonversi menjadi sebuah kekuatan ekonomi dan politik, InsyaAllah.

Komentar

Loading...