Breaking News

BPJS Kesehatan Tapaktuan: Pelayananan Finger Print Memudahkan Peserta JKN KIS

,
BPJS Kesehatan Tapaktuan: Pelayananan Finger Print Memudahkan Peserta JKN KIS

TAPAKTUAN -- BPJS Kesehatan sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN - KIS) terus berinovasi dalam upaya meningkatkan kepuasan peserta serta menjaga sustainabilitas program JKN KIS. Salah satunya adalah berupa penggunaan rekam sidik jari atau Finger Print. Rabu 17 November 2021.

Mekanisme ini digunakan untuk memberi kemudahan bagi peserta dan fasilitas kesehatan dalam pelayanan administrasi penjaminan pelayanan peserta di FKRTL, karena peserta JKN-KIS akan lebih cepat dalam mengurus proses administrasi dari sebelumnya dilakukan secara manual", Kata Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cab Tapaktuan, Suryo Sudikdo, melelui pres reliese diterima wartawan. 

Suryo Sudikdo, menjelaskan pelaksanaan implementasi Finger Print berdampak pada eligibilitas peserta yang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Dengan mekanisme seperti eligibilitas peserta dapat dipastikan secara cepat dan mudah dan dapat mencegah penyalahgunaan manfaat pelayanan kesehatan dari pihak yang tidak berhak atas pelayanan jaminan kesehatan.

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 16 tahun 2019. Pemberlakuan Finger Print telah dimulai secara bertahap sejak Triwulan I tahun 2019 dan secara penuh pada 1 Desember 2019", Namun seiring dengan meningkatnya penyebaran Virus Covid-19 proses tersebut dihentikan untuk sementara waktu dan diberlakukan kembali pada 8 November 2021," katanya

Peserta yang belum pernah melakukan perekaman Finger Print, untuk pertama kali akan dilakukan perekaman Finger Print terlebih dahulu saat mengakses layanan rumah sakit", Perekaman ini sejatinya tidak butuh waktu lama hanya paling lama berkisar satu menit per peserta.

Hanya saja apabila peserta datang menumpuk diawal saat mengakses layanan, tentu ini akan menimbulkan antrian yang cukup ramai diruang tunggu. Oleh sebab itu, BPJS Kesehatan juga menghimbau agar peserta juga memanfaatkan antrian online melalui aplikasi Mobile JKN untuk mengakses layanan rumah sakit sehingga waktu datang ke rumah sakit dapat diatur sesuai estimasi nomor antrian yang diterima," ujarnya

Suryo Sudikdo menerangkan peserta yang dijamin oleh Program JKN KIS adalah peserta yang mengikuti alur pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kontak pertama peserta dalam akses layanan kesehatan adalah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) baik Puskesmas, Dokter Praktik Perorangan (DPP) ataupun Klinik Pratama, dimana peserta akan diperiksa oleh dokter.

Apabila peserta tidak dapat ditangani dokter di FKTP, maka akan dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) baik Rumah Sakit ataupun Klinik Utama. Dikecualikan dalam kondisi darurat peserta dapat langsung ke FKRTL melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD)," terangnya

Peserta dengan diagnosa penyakit kronik dapat mengikuti Program Obat Kronis atau Program Rujuk Balik (PRB). Pelayanan obat kronis ditujukan bagi pasien dengan kondisi belum stabil yang membutuhkan obat untuk pemakaian rutin selama 30 hari setiap bulan sesuai indikasi medis.

Sedangkan pelayanan Program Rujuk Balik (PRB) diberikan kepada peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis yaitu diabetes mellitus, hipertensi, jantung, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), epilepsy, skizofren, stroke dan sindroma lupus eritematosus, dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang yang dilaksanakan di FKTP atas rekomendasi dari dokter spesialis/sub spesialis yang merawat," jelasnya.

Lebih lanjut, Suryo Sudikdo menyebutkan BPJS Kesehatan telah melakukan koordinasi teknis dengan RSU Yuliddin Away Tapaktuan perihal pemberlakuan kembali perekaman sidik jari kepada setiap peserta yang akan berobat di FKRTL. Kemudahan dalam penggunaan finger print ini tentunya akan mempersingkat waktu verifikasi berkas peserta, cukup dengan sidik jari peserta sudah dapat melakukan validasi kepesertaannya.

Jadi ketika pasien melakukan Finger Print tersebut data pasien sudah terekam dan akan muncul secara otomatis di sistem. Kedepannya mekanisme Finger Print ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan layanan kepada peserta dan meningkatkan kualitas Program JKN – KIS di era digital seperti sekarang," pungkasnya.||NB

Komentar

Loading...