Breaking News

Akhirnya G20 Akui Harga Karbon untuk Lawan Perubahan Iklim

,
Akhirnya G20 Akui Harga Karbon untuk Lawan Perubahan Iklim

JAKARTA -- Para pemimpin keuangan G20 akhirnya mengakui penetapan harga karbon sebagai perangkat potensial untuk mengatasi perubahan iklim untuk pertama kalinya. Ahad, 11 Juli 2021.

Komunike resmi setelah pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral di Venesia, Italia itu menyatakan bahwa G20 mengambil langkah tentatif untuk mempromosikan gagasan tersebut dan mengoordinasikan kebijakan pengurangan karbon.

Langkah itu menandai perubahan besar-besaran dari empat tahun sebelumnya ketika pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump secara rutin menentang penyebutan perubahan iklim sebagai risiko global dalam pernyataan internasional semacam itu.

Komunike itu juga menyebut ancaman kenaikan permukaan laut, serta memasukkan penetapan harga karbon di antara perangkat di mana negara harus berkoordinasi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca.

Selain penetapan harga karbon, perangkat lain termasuk investasi dalam infrastruktur berkelanjutan dan teknologi baru untuk mempromosikan dekarbonisasi dan energi bersih.

"Termasuk rasionalisasi dan penghapusan bertahap dari subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien yang mendorong konsumsi boros dan, jika sesuai, penggunaan mekanisme penetapan harga karbon dan insentif, sambil memberikan dukungan yang ditargetkan untuk yang termiskin dan paling rentan", kata komunike dari para pemimpin keuangan dari 20 ekonomi utama dunia, dilansir Channel News Asia.

Pernyataan itu dikeluarkan hanya beberapa hari sebelum Uni Eropa dijadwalkan untuk mengungkap pajak penyesuaian karbon yang kontroversial atas barang-barang dari negara-negara dengan emisi karbon tinggi.

"Ini adalah pertama kalinya dalam komunike G20 dapat memperkenalkan dua kata 'harga karbon' sebagai solusi untuk memerangi perubahan iklim.

Kami telah mendorong sangat keras agar dua kata ini diperkenalkan ke dalam komunike G20," kata Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire. Upaya itu mendapat perlawanan kuat AS saat kepresidenan Trump, di mana Amerika Serikat dengan cepat menarik diri dari perjanjian iklim Paris.

Komentar

Loading...